Pelajar yang menulis dengan tangan akan menyerap ilmu lebih baik
ketimbang yang belajar dengan mengetik. Ini merupakan hasil penelitian
yang dipublikasikan jurnal Advances in Haptics.
Penelitian menyimpulkan, proses menggunakan pena di atas kertas serta
membaca dari buku akan menanamkan pengetahuan di otak lebih baik
ketimbang belajar menggunakan keyboard dan layar komputer.
Menurut peneliti, membaca dan menulis melibatkan sejumlah indera dan
saat menulis dengan tangan, otak menerima umpan balik dari otot dan
ujung jari. Jenis umpan balik ini lebih kuat dibanding yang diterima
saat bersentuhan dengan keyboard. Selain itu, menurut peneliti menulis
dengan tangan membutuhkan usaha dan waktu, karena itu diyakini pelajaran
akan membekas di ingatan.
Prof Anne Mangen dari University of Stavanger di Norwegia membeberkan
penelitian menunjukkan, beberapa bagian otak dirangsang dengan membaca
dan menulis. Karena menulis dengan tangan lebih lama daripada mengetik
maka bagian otak temporal yang berkaitan dengan bahasa akan terpengaruh.
Penelitian ini melibatkan dua grup orang dewasa, di mana setiap
partisipan diberi tugas belajar menulis alphabet yang tidak dikenal yang
terdiri dari 20 huruf. Grup pertama diperintahkan untuk menulis dengan
tangan, sementara grup kedua menggunakan keyboard.
Tiga dan enam minggu kemudian, ingatan peserta dites. Mereka diuji
dengan pertanyaan mana huruf yang benar dan huruf yang dibalik.
Hasilnya, grup yang menulis dengan tangan mendapat nilai terbaik.
Grup ini selanjutnya menjalani scan otak. Hasilnya, bagian otak Broca
menunjukkan pengaktifan. Area Broca adalah wilayah di bagian hominid
otak yang fungsinya berkaitan dengan kemampuan berbicara. Sementara pada
mereka yang belajar dengan cara mengetik, ada yang mengalami
pengaktifan atau tidak ada sama sekali di area Broca.
Penelitian dari Dr Xiaohong Wan dan rekannya di Brain Science Institute
di Jepang juga menunjukkan hal yang hampir mirip. Disebutkan bahwa
pemain profesional Shogi, permainan yang mirip catur, memiliki otak yang
berbeda dengan amatir.
Studi yang dipublikasikan di Science ini menemukan, para pemain sangat
baik dalam permainan karena mereka bertindak tanpa berpikir dan ada
bagian di otak yang aktif selama proses tersebut.
Sumber : sifuma.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar